twitter

Rabu, 08 Mei 2013

Pelatihan Tatacara Minum Teh Jepang di Majapahit Tourism Academy




           Ada yang istimewa di Kampus Akpar Majapahit pada tanggal 22-25 April 203. Pasalnya, Akpar Majapahit kedatangan tamu sebanyak 11 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro, Krembangan Surabaya ---dari Korps Suplai--- yang ingin menimba ilmu tentang tata cara minum teh ala Jepang.

          Untuk suksesnya acara tersebut, pihak Akpar Majapahit menghadirkan langsung dosen Mrs Iwasaki Yasui (native speak) dan dua orang mahasiswa dari Jepang yakni Hiroe Miyake dan Nanaho Miyake, yang saat ini belajar di Unitomo dalam program pertukaran mahasiswa (student exchange).

         Info Kuliah di Akademi Pariwisata Majapahit
Surabaya: 081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
Surabaya: 081233752227 PIN BB: 2A1CE131
Jakarta:  08883271088 - PIN BB:3298F492
Majapahit Tourism Academy
Sekolah Pariwisata - Perhotelan - Kuliner

 Dari pihak Akpar Majapahit nampak hadir dalam jamuan minum teh ala Jepang adalah Hedy W. Saleh, Machtucha dan R Bagus Handoko, sedang dari pihak Unitomo diwakili Cicilia Tantri Suryawati dan Mrs Iwasaki Yasui (dosen).


Info Kuliah di Akademi Pariwisata Majapahit
Surabaya: 081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
Surabaya: 081233752227 PIN BB: 2A1CE131
Jakarta:  08883271088 - PIN BB:3298F492
Majapahit Tourism Academy
Sekolah Pariwisata - Perhotelan - Tataboga


          Menurut R Bagus Handoko, kehadiran 11 taruna AAL (kadet) Tingkat II yang belajar kuliner di kampus Akpar Majapahit ini merupakan langkah awal dari kerjasama yang dirintis oleh kedua lembaga. Begitu juga dengan pihak Unitomo, kami juga menjalin kerjasama terutama yang berhubungan dengan bidang studi Bahasa Jepang berikut pernak-perniknya,” ujar chef Bagus Handoko, yang juga menjadi dosen tidak tetap (food & beverage) di AAL.

          Para kadet pun nampak antusias mengikuti penjelasan langsung dari native speak Mrs Iwasaki Yasui yang dipandu bersama Cicilia Tantri Suryawati, Chef Bagus Handoko dan Machtucha.  Para kadet juga dipersilakan untuk praktik dan mempraktikkan tata cara minum teh ala Jepang dengan didampingi langsung oleh dua mahasiswi Jepang yang sekarang belajar di Unitomo.

Info Kuliah di Akademi Pariwisata Majapahit
Surabaya: 081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
Surabaya: 081233752227 PIN BB: 2A1CE131
Jakarta:  08883271088 - PIN BB:3298F492
Majapahit Tourism Academy
Tourism - Hotel Management - Culinary - Baking & Pastry

          Asisten Direktur III Akpar Majapahit Machtucha, Dipl.Hot., SE, M.Par mengatakan, upacara minum teh (chanoyu) adalah suatu etiket mengenai tata cara menyajikan teh dan menikmatinya.

          Menurut historisnya, teh pertama kali masuk ke Jepang sekitar abad 8 (zaman Nara) dibawa oleh para pendeta dan cendikiawan dari China dan meluas di kalangan para bangsawan. Pada saat itu, dibandingkan sebagai minuman, teh lebih dikenal sebagai obat.

          Pada awal zaman Kamakura (sekitar akhir abad 12 sampai awal abad 14), bibit teh dibawa dari China dan ditanam di Jepang. Pertama kali teh ditanam di Jepang di kuil Kousanji di daerah Kyoto Utara.


          Upacara sekitar minum teh pertama kali dirancang oleh Murata Shukou, sekitar akhir abad 15. Murata Shukou  yang selalu mendampingi Shogun Ashikaga Yoshimasa mencoba menemukan keserasian kehidupan hening, sunyi, lepas dari kegaduhan duniawi, serasi dengan alam.

          Adapun yang berjasa dalam mengangkat upacara minum teh ke dalam dunia seni adalah Senno Rikyuu, seorang warga Sakai (Osaka). Hingga sekarang, Chanoyu merupakan suatu  bentuk kesenian khas Jepang yang memiliki keindahan absolut.


          Upacara atau tata cara minum teh ala Jepang (chanoyu) punya banyak aturan. Tidak sesederhana yang Anda pikirkan. Tapi hal ini membuat tatacara minuma ala Jepang menjadi istimewa.

          Ketika Anda bertamu dan disuguhi teh oleh tuan rumah, maka Anda tidak boleh langsung meminumnya. Ada beberapa hal yang  harus dilakukan sebelum menikmati teh hijau yang baru saja dibuat tuan rumah. Dalam chanoyu, teh disajikan dalam cawan yang biasanya memiliki motif di salah satu sisinya.

          Saat menerima cawan, tamu harus mengangkatnya dengan ketinggian sejajar mata. Lalu, turunkan hingga sejajar dada dan putar dua kali cawan ke arah kanan agar gambar di cawan menghadap ke luar, bukan ke arah mulut Anda.

          Gerakan yang sama juga diterapkan untuk cawan-cawan tidak bermotif. Teh hijau dalam cawan tersebut harus dihabiskan sebagai tanda hormat.  Agar tehnya tandas tidak bersisa, ditegukan terakhir lebih baik diseruput, sedot sampai habis.

          Setelah selesai minum teh, tamu dapat memperhatikan detil cawan, mulai dari motif hingga nama pembuat yang biasanya ada di bagian bawah cawan. Perlu diingat, setiap cawan itu berbeda-beda, Anda belum tentu bisa bertemu dengan cawan yang sama. Selain itu, cawan juga sangat berharga, jadi ketika melihatnya harus sangat berhati-hati.

          Kebiasaan minum teh di Jepang merupakan ritual tradisional dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chato atau cha no yu, kalau di luar ruangan disebut nodate.

          Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh yang disebut Tea Master. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Dihidangkan dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu.

          Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir dan agama. Dalam menyajikan minuman, cangkir yang disediakan untuk tamu wanita dan pria juga berbeda.

          Tea Master, orang yang menyiapkan teh memberikan cangkir (yang sebenarnya mangkok) tidak sembarangan, namun sesuai "kepribadian" para tamu, biasanya para lelaki diberi cangkir yang simple, dan para wanita diberi cangkir bunga.

    Info Kuliah di Akademi Pariwisata Majapahit
Surabaya: 081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
Surabaya: 081233752227 PIN BB: 2A1CE131
Jakarta:  08883271088 - PIN BB:3298F492
Majapahit Tourism Academy
Sekolah Pariwisata - Perhotelan - Kuliner - Patiseri     

      Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchado.

          Posisi dan teknis minum teh juga ada aturannya. Posisinya adalah seperti duduk di antara dua sujud pas sholat. Bagi yang tak terbiasa, ini adalah posisi yang tidak nyaman.

          Selain itu, sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran! Jika lupa, ini dianggap sangat tidak sopan, dan tuan rumah akan sangat tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.

          So, jika Anda berkesempatan dijamu orang Jepang, maka tidak bingung harus bersikap seperti apa. (ahn)









Rabu, 03 April 2013

Mahasiswa Perhotelan Akpar Majapahit Magang di Batam

     TIGA mahasiswa semester VI Perhotelan Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit yakni Inge Novindra, Kevin dan Cindra terhitung mulai tanggal 5 Maret mendatang akan mengikuti on the job training (OJT) di Dan Yan Tree Hotel & Resort Batam selama enam bulan. Selama magang di Batam mereka akan ditempatkan di bagian kitchen hotel. 



Inge & Cindra
     Sebelum dipanggil pihak HRD Manager Dan Yan Tree Hotel & Resort, sebetulnya ada lima orang dari Akpar Majapahit yang mendaftarkan diri, tapi setelah diseleksi melalui interview oleh HRD dan Chef hotel tersebut, yang dipanggil hanya tiga orang.

     Dari pihak kampus juga terus men-support mahasiswa yang akan mengfikuti OJT di Batam, terutama dalam hal menyiapkan kelengkapan administrasi mahasiswa seperti yang telah disyaratkan pihak hotel, sehingga pada hari H nanti, ia dan dua temannya cuma menyiapkan tiket dan perlengkapan pribadi sebelum terbang ke Batam.

     Selama OJT, pihaknya menerima fasilitas mess, bus antar jemput, makan, uang saku setiap bulan dan seragam. Bagi Inge, OJT di Batam ini merupakan  tantangan tersendiri meski  sejak jauh hari dia telah mempersiapkan diri dengan kuliah sambil kerja paro waktu di Maja Café dan dipercaya menjadi chef demo Kecap Bango pada gelaran kuliner nusantara.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081233752227 PIN BB: 2A1CE131
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1



     Sambil menunggu pelaksanaan OJT di Batam, sampai saat ini dia aktif di Maja Café bersama Kevin, Kelvin dan Cindra. Kerja paro waktu sambil kuliah di Akpar Majapahit ini tidak lepas dari atensi Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso yang mengapresiasi mahasiswa kuliah sambil bekerja.





      Dengan kerja paro waktu yang telah dilakoni sejak pertengahan 2012 lalu, dirinya harus pandai-pandai membagi waktu. Untungnya, jadwal kuliah lebih banyak pagi dan siang, sehingga selesai kuliah saya bisa kerja di café sampai sore. ”Nah, daripada bengong di tempat kos, ikut kerja paro waktu kan lumayan dapat tambahan uang saku dan uan itu bisa ditabung, buat jajan dan pelesir,” ujar arek Malang ini sambil tersenyum.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081233752227 PIN BB: 2A1CE131
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1



     Tekadnya bekerja sambil kuliah ini ternyata juga mendapat dukungan dari orang tua. Tak salah jika prestasi akademiknya cukup moncer. Bahkan gadis cantik 21 tahun ini pada 2011 lalu masuk kelas akselerasi dan mampu bersaing dengan kakak kelasnya. Kalau pagi hari mengikuti kuliah D1/D2 (kelas profesi  utamanya kitchen), sedangkan siangnya kuliah D3 perhotelan dan sehabis kuliah langsung kerja di café sampai sore, sekitar enam jam kerja.

     ”Namun setelah perkuliahan rampung, dan tinggal menunggu OJT di Batam, fokus kerja di café bisa 100 persen mulai pagi sampai sore selama 10 jam kerja. Hal ini yang membuat kami dan teman-teman semakin siap mengikuti OJT di Dan Yan Tree Hotel dan Resort, Mei mendatang,” tuturnya.

     Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso menambahkan, pihaknya siap menampung dan menyalurkan hasrat mahasiswa ingin bekerja paro waktu, yakni kuliah sambil bekerja. ”Ini kami lakukan karena kami ingin menepis mitos kalau kuliah sambil bekerja prestasi anak malah jeblok. Ini tidak benar, malah sebaliknya mahasiswa semakin dewasa dalam menyikapi tekanan bagaimana mereka bisa membagi waktu kuliah dan bekerja dengan cerdas,” ujarnya. (ahn)




Selasa, 02 April 2013

Study Tour @ Singapore - Majapahit Tourism Academy



Kirim 21 Mahasiswa ke At-Sunrice Global Chef Academy Singapura

          INDUSTRI pariwisata yang tumbuh signifikan akhir-akhir ini mendorong lembaga pendidikan tinggi bidang kepariwisataan bersaing ketat mencetak sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang andal di bidangnya masing-masing, tak terkecuali Akademi Pariwisata Majapahit.

Graha Tristar Tampak dari Depan

            Lembaga pendidikan yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Eka Prasetya Mandiri ini kegiatan operasionalnya menempati gedung Graha Tristar. Gedung baru berlantai lima yang berlokasi di jalan Raya Jemursari 244 ini didesain cukup mewah dan sangat representatif untuk kegiatan belajar mengajar para mahasiswa jurusan pastry, culinary, tour & travel dan perhotelan.
                         
Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
081233752227 PIN BB: 2A1CE131

          Pasalnya, Graha Tristar ini didesain sedemikian rupa sehingga para mahasiswanya betah belajar di kampus karena selain tersedia ruang kelas ber-AC, juga tempat praktik yang representatif.  Pengelola Akpar Majapahit juga melengkapi gedung barunya itu dengan berbagai fasilitas penunjang seperti  laboratorium tour planning & guiding, lab front office, lab bartending, lab housekeeping, lab  laundry, ruang perpustakaan, fasilitas wi-fi  untuk internetan. Di gedung baru Graha Tristar tersebut juga dilengkapi ruang receptionist, front office, ticket counter, café, toko bahan kue, dapur pastry dan culinary berstandar internasional,  lobi yang luas dan nyaman.

           ”Sementara itu, tenaga pengajarnya adalah dosen profesional di bidangnya dan sejumlah praktisi industri jasa pariwisata demi mewujudkan learning by doing and being,” kata Hedy W Saleh, Direktur Akpar Majapahit didampingi Asisten Direktur I Machtucha.


Hedy W Saleh


Machtucha


          Tak salah jika dalam kiprahnya selama ini, Akpar Majapahit diminati calon mahasiswa yang ingin memperdalam pendidikan di bidang pastry, culinary, tour & travel dan perhotelan. Sampai posisi Januari 2013, total jumlah mahasiswanya mencapai 268. Rinciannya mahasiswa semester II perhotelan 119 dan tours & travel 25 orang, mahasiswa semester IV perhotelan 79 dan tours & travel 20 orang, sedangkan mahasiswa semester VI perhotelan 10 dan tours & travel 10 orang.

          Untuk mendukung kegiatan perkuliahan dan kelancaran akademik, Akpar Majapahit  merekrut dosen-dosen berkualitas dan profesional di bidang industry tourism. Selain itu, untuk memenuhi persyaratan Ditjen Dikti bahwa dosen minimal lulusan S2 harus linier dengan bidang yang diajarkan, maka 13 dosen Akpar Majapahit dikuliahkan S2 Kajian Pariwisata ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta (Magister Terapan Pariwisata). Mereka mengikuti perkualiahan secara on-line system, sehingga tidak mengganggu kegiatan mengajar di kampus.

          Sementara itu, untuk mempercepat branding Akpar Majapahit, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan lembaga sejenis dari kawasan Asia Tenggara. Upaya untuk “go international” ini telah dirintis sejak 2010 silam oleh Presdir Tristar Group Juwono Saroso yang mengunjungi kampus At-Sunrice Global Chef Academy  di Singapura. Langkah perdana ketika itu kemudian ditindak lanjuti dengan pengiriman 21 mahasiswa Akpar Majapahit berkunjung ke sana.
Sebelum Keberangkatan

Sebelum Keberangkatan
Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
081233752227 PIN BB: 2A1CE131
          Keberangkatan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit ke Singapura pada 27-29 November 2012 lalu itu dikemas dalam bentuk Study Tour. Mereka didampingi staf dan dosen Akpar Majapahit Otje Herman Wibowo, Cicilia dan Erna.

          Selama di Kota Singa tiga hari dua malam, mereka sharing dengan Chef Mc Donald dari At-Sunrice Global Chef Academy dalam demo teknik memasak ayam. Mahasiswa juga berkesempatan keliling kampus, mendengarkan penjelasan tuan rumah tentang penerapan kurikulum berstandar internasional,  mengikuti kegiatan city tour dan memanjakan diri dalam program wisata belanja di mal-mal ternama.
                            


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
081233752227 PIN BB: 2A1CE131


          Selain bekerjasama dengan pihak At-Sunrice Global Institute dalam pertukaran mahasiswa, dosen dan kurikulum, pihak Akpar Majapahit juga menjajaki kerjasama dengan institute yang sejenis di Malaysia dan Thailand. Ini terkait dengan implementasi Kawasan Perdagangan Bebas Pariwisata Asia Tenggara (ASEAN Framework & Agreement for Services-AFAS)

          Sebelumnya, mahasiswa D3  Perhotelan Akpar Majapahit juga telah mengikuti study tour di Bali. Ini merupakan kesempatan perdana mereka mengenali potensi industry wisata domestic, sebelum mengikuti kegiatan serupa di luar negeri. (*/ahn)




Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326 PIN BB: 27ECEFD1
081233752227 PIN BB: 2A1CE131






Senin, 01 April 2013

Kursus Masakan Vegan & Vegetarian di Akpar Majapahit

Sukses Rekayasa Teknologi Pangan
Suasana kegiatan Pelatihan
          AKPAR Majapahit selain mendidik mahasiswa terampil di bidang yang digeluti di bangku kuliah, juga memberi apresiasi tinggi kepada dosen yang getol melakukan penelitian terutama dalam bidang rekayasa teknologi pangan.
          Target penelitian dosen itu terutama meneliti bahan-bahan yang unik, menarik dan laku dijual. Beberapa rekayasa teknologi pangan yang sukses diteliti oleh R Bagus Handoko Y S.Pd adalah bakso dari jamur, dendeng daging dari jamur, dendeng daging dari jantung pisang, burger tempe, sirloin steak tempe, jus tempe, es krim tempe, susu tempe, abon jamur tiram dan abon klewih. Selain itu, dosen lulusan IKIP Negeri Semarang tahun 1994 silam itu juga sukses mengembangkan, empek-empek dari rumput laut (biasanya terbuat dari daging ikan tengiri dengan saos cuko), kekyan dari rumput laut, pangsit dan siomay dari jamur dan rumput laut, dan lain-lain.
R Bagus Handoko Y S.Pd
          Pengalaman chef Bagus yang juga pernah menjadi chef vegetarian versi oriental (vegan) di beberapa restoran di Jakarta dan Bogor selama 20 tahun ini memungkinkan dirinya melakukan rekayasa teknologi pangan. Nah, karena kepiawaiannya itu dia pun diajak bergabung bersama Akpar Majapahit sejak 2002 silam. Saat itu ia baru berkarir sebagai dosen tidak tetap di Tristar Institute, sebelum namanya berubah menjadi Akpar Majapahit.
          Beberapa produk vegan hasil rekayasa teknologi pangan ini “dipasarkan” Akpar Majapahit melalui kegiatan kursus atau pelatihan teknologi pangan kepada masyarakat. Produk gluten yang terbuat dari bahan baku tepung terigu yang dibuang patinya dan hanya diambil proteinnya.
          Gluten ini diaplikasikan menjadi rendang daging sapi, sate padang, sambel goreng cecek, ayam goreng crispy dan daging rawon. Gluten ini cocok dikonsumsi oleh penderita  hipertensi karena bebas kolesterol (lemak hewani).
          Ketika produk ini ditawarkan lewat program pelatihan, respons masyarakat cukup tinggi. Bahkan ada peserta dari luar pulau (Banjarmasin) yang memesan dendeng jamur sebanyak 25 kg. Dendeng jamur itu dijual lagi kepada pelanggannya di Banjarmasin (Kalimantan Selatan).
          Vegetarian sebetulnya ada tiga. Pertama, Vegan yang asalnya dari China dan sukses dikembangkan di negeri Tirai Bambu hingga Indonesia, vegetarian Lacto Ovo (masih mengkonsumsi susu dan telur) berasal dari Eropa,  sedangkan vegetarian lacto (masih mengkonsumsi susu) adalah vegetarian yang berkembang pesat di India.
          Di Akpar Majapahit sendiri cenderung mengembangkan produk vegan yang dikhususkan untuk menyuplai kebutuhan makanan orang-orang vegan, vegetarian dan umum. Dengan target pasar masyarakat umum, maka rekayasa teknologi pangan untuk orang-orang vegan dan vegetarian bisa lebih murah harganya karena HPP produk bisa ditekan serendah mungkin tanpa mengurangi kadar gizinya.
          Chef Bagus memberi contoh pembuatan bakso yang bahan baku utamanya 100 persen daging sapi, kini bisa disiasati dengan komposisi 50 persen daging sapi dan sisanya dari gluten. Dari campuran bahan itu, rasanya 100 persen seperti bakso daging sapi, tetapi dari segi biayanya bisa dihemat sampai 30 persen.
          Tidak hanya itu, pihaknya juga mengembangkan tekstur daging babi (sintetis) atau sam cam dengan bahan utama dari soya protein, maizena (tepung jagung), santan dan bumbu. Selain harganya jauh lebih murah, tekstur daging babi ini benar-benar bebas dari daging babi.
Es krim vegetarian
Es krim Vegetarian
          Keberhasilan lain yang patut dicatat adalah membuat bolognaise, saos daging Bologna Italia untuk topping spaghetti. Di dunia vegan, bolognaise ini bisa diambilkan dari belondo (limbah minyak kelapa) yang direkayasan sedemikian rupa sehingga tekstur dan citarasanya nyaris sama dengan bolognaise daging sapi. ”Untuk aplikasi ekonomi, bolognaise vegan tinggal menambah daging sudah menjadi balognaise yang siap dituangkan sebagai topping spaghetti vegan,” ujarnya.
          Pembuatan bolognaise vegan ini memanfaatkan limbah minyak kelapa (belondo) yang diolah (dimodifikasi) oleh chef Bagus Handoko menjadi saos bolognaise vegan yang lezat dan gurih. Saos ini cocok dipakai untuk membuat spaghetti vegan.
Suasana kegiatan Pelatihan
          ”Berbagai solusi cerdas ini yang kami tawarkan kepada masyarakat terutama pelaku usaha kecil hingga papan atas mulai pedagang bakso/bakwan keliling hingga kelas gedongan,” tandasnya. Nah, jika Anda tertarik mengikuti pelatihan membuat aneka makanan vegan, silakan mendaftarkan diri ke Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, sekarang juga. (*/ahn)


Jus Tempe


Pempek Vegetarian


Kuliah Sambil Kerja di Akademi Pariwisata Majapahit




          UNTUK meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para mahasiswa D3 jurusan Culinary dalam mempraktikkan materi perkuliahannya dengan kondisi riil di dunia kerja, Yayasan Eka Prasetya Mandiri yang mengelola Akpar Majapahit, menyediakan café di Gedung Graha Tristar.

          Maja Café merupakan salah satu outlet yang difungsikan sebagai sarana pembelajaran mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang digelutinya di bangku kuliah.dengan kondisi riil di lapangan. Istilahnya adalah praktik in-house training (dry practice) di kampus bagi mahasiswa semester I, III dan V. Mahasiswa semester I diposisikan sebagai pelaksana (waiter), mahasiswa semester III menjadi captain (supervisor), sedangkan mahasiswa semester V menjadi asisten manager.

          Matoa Café menyediakan breakfast, lunch dan outside catering untuk melayani umum, mulai mahasiswa, peserta pelatihan, karyawan hingga instansi swasta maupun pemerintahan. Menu andalannya  meliputi Indonesia Food, Chinese Food dan European Food.


          Selain mahasiswa dan karyawan, tidak sedikit pelanggan yang booking tempat di Matoa Café untuk menggelar event rapat atau arisan di antaranya Unair, Dinsos, Disnaker, Kadin. Selain mengadakan rapat di cafe, tamu yang ke sini juga ada yang mengadakan pesta ulang tahun dan arisan keluarga (untuk week end).

          Penataan Matoa Café di lantai dasar memang cukup artistik, sehingga tamu yang datang betah ber-kongkow kongkow di sana. Daya tampung café sekitar 50 orang. Jika tamu minta layanan VIP, disediakan tempat di lantai IV Gedung Graha Trisstar yang berkapasitas 75 orang dengan penyajian makanan ala buffee atau prasmanan.

          Matoa Café ini dibuka sejak soft launching Gedung Graha Tristar yakni sejak dua tahun silam (29 November 2010) sampai sekarang sudah menampakkan geliatnya karena didukung oleh jam operasional café mulai 08.00-18.00 dan pilihan menunyang beragam dengan harga terjangkau.

          Jika tren pengunjung terus meningkat, maka jam operasional café akan di-up date sampai 21.00, sehingga pembagian pekerjanya tidak lagi satu shift melainkan bisa berubah menjadi dua shift. Penambahan jam buka cafe  ini nanti untuk melayani tamu-tamu yang datang petang hingga malam hari.


          ”Sekarang baru efektif satu shift. Dalam operasional sehari-hari kami melibatkan tiga kru kitchen, lima orang front service termasuk seorang kasir dan satu orang chef. Saat ini revenue yang ditangguk baru mencapai Rp 60 jutaan per bulannya,” kata Asisten Direktur I Akpar Majapahit Maftucha mendampingi Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso di kantornya, kemarin.



          Anda tertarik mencicipi menu-menu penggoyang lidah di Matoa Café, silakan merapat ke Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, Fax: (031) 8432050 untuk reservasi dan pemesanan, atau kunjungi http://majapahit-hotel-school.blogspot.com.  (*/ahn)