twitter

Selasa, 20 Juni 2017

Mahasiswa Culinary Class Triwulan III Ujian Praktik Masak Indonesian Food ala Mistery Box

Ujian Praktik Masak di Dapur Culinary 2, Lantai 3 Graha Tristar

Mistery Box Jadi Tantangan Mahasiswa Culinary Class Triwulan III saat Ujian Praktik Masak Indonesian Food
JELANG liburan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, tepatnya pada Jumat (16/06/2017) siang, Senin (19/06/2017) siang dan Selasa (20/06/2017) siang, 19 mahasiswa Culinary Class Triwulan III yang dibimbing oleh chef Nadya Ratri, S.Pd., M.Kes., mengikuti ujian praktik masak yang mengusung tema Indonesian Food di Dapur Culinary 2, Lantai 3, Gedung Graha Tristar Jl. Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Berbeda dengan mahasiswa Culinary Class Triwulan I dan Triwulan II, pada ujian praktik masak kali ini (dihelat pukul 12.30-14.00 atau berdurasi sekitar 1,5 jam), 12 mahasiswa Culinary Class Triwulan III yang tampil sendiri-sendiri ditantang untuk memecahkan Mistery Box. Bahan-bahan untuk memasak semuanya telah disediakan oleh pihak Akademik.
Dalam ujian yang mengaplikasikan model ini, pihak Akademik menyiapkan aneka bahan untuk masak Indonesian Food. Bahan-bahan lengkap dengan bumbunya itu ditaruh dalam wadah plastik berbentuk kotak persegi panjang.
Dari bahan-bahan yang ada di dalam wadah itu, maka setiap peserta ujian harus berimprovisasi masakan apa yang nantinya akan dibuat agar ujian praktik masak siang itu menjadi sebuah hasil kreasi unggulan, berkelas dan bercita rasa tinggi. 
Oleh karena itu, masing-masing peserta ujian mau tidak mau, suka tak suka, dituntut untuk think fast  & think smart menyikapi ujian ala Mistery Box, jika tidak ingin kedodoran dalam ujian yang hanya berdurasi 1,5 jam, mulai pukul 12.30-14.00 WIB.
”Ini merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa Culinary Class Triwulan III pada ujian praktik masak kali ini. Pasalnya, peserta dihadapkan sejumlah handicap demi memecahkan teka-teki dalam kotak. Ujian praktik masak model Mistery Box seperti itu pastinya seru banget,” terang Masario, sapaan akrab assistant chef Masario Wahyu Saputra AMd.Par., SKG kepada kru www.culinarynews.info, kemarin.
Pada ujian praktik masak hari pertama, Jumat (16/06/2017) siang, diikuti lima orang peserta yakni Abdul Halim Pratama, Trifena Liaw, Inggit Ratna Ambarwati, Fadjar Firdausy Asyizah dan Yans Lukita Budiman.
Berdasarkan bahan yang tersedia di dalam Mistery Box, Abdul Halim antusias membuat Nasi Putih, Pepes Lele dan Sayur Kuning, Trifena sibuk menyiapkan Nasi Putih, Ayam Panggang Rica-rica Kemangi dan Sayur Tumis Taoge Kangkung, Inggit membuat masakan Nasi Putih, Daging Sapi Daun Kemangi dengan Santan dan Ca Tumis Buncis Kangkung dan Fadjar membuat Oseng-oseng Kerang dan Sayur Lodeh.
Sementara itu, tujuh mahasiswa lainnya jadwal ujian susulannya juga diplot pada Jumat (16/06/2017) sore dan Senin (19/06/2017) sore antara pukul 16.00-17.30. Untuk bisa mengikuti ujian praktik masak yang mengangkat tema Indonesian Food, tujuh mahasiswa ini wajib bawa bahan sendiri-sendiri dari rumah.
Ujian praktik masak di Dapur Culinary 2 dimulai pukul 12.30-14.00 atau peserta ujian hanya diberi waktu 1,5 jam, sejak persiapan memilih bahan, proses memasaknya sendiri hingga mem-plating masakan sebelum hasil kreasinya itu disajikan di meja, untuk dinilai oleh dewan juri.
Masing-masing peserta ujian praktik masak itu berupaya keras untuk tampil all out, sejak persiapan memasak hingga mem-plating hasil masakannya, sebelum masakan tersebut disajikan dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari chef Ari Purwanto, chef Adeline Nadya Daniel dan chef Masario Wahyu Saputra.
Setelah semua tahapan dari proses masak selesai, masakan hasil kreasi mahasiswa tersebut selanjutnya di-plating sesuai kreasinya masing-masing. Hasil kreasi masakan itu kemudian dinilai oleh juri dari aspek citarasa, tekstur, penampilan dan kebersihan. Kriteria penilaian ini mengacu pada standar industri perhotelan.
Kepada kru www.culinarynews.info, Fadjar Firdausy Asyizah mengungkapkan bahwa model ujian praktik masak ala Mistery Box ibaratnya orang disuruh berjalan di lorong gelap tanpa bantuan alat penerangan. Kalau toh ada lampu penerangannya, itupun hanya sekadarnya alias minim sekali.
”Tentu saja, saya dan teman-teman di Culinary Class Triwulan III dituntut berpikir cepat  dan kerja cerdas demi memecahkan teka-teki tersebut, mengingat waktu ujian dibatasi hanya 1,5 jam. Setelah mengambil bahan-bahan masakan yang tersedia di dalam kotak misteri tersebut, saat itu juga saya putuskan untuk membuat Oseng-oseng Kerang dan Sayur Lodeh,” tutur Fadjar, seusai ujian. 
Anda tertarik aneka kegiatan mahasiswa dan ingin menjadi bagian dari civitas akademika Akpar Majapahit, silakan datang langsung ke Kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, sekarang juga. (ahn)

Tristar Institute....  "Be a Professional Chef"

-Tristar Institute -
School of Culinary - Baking Pastry Art, Food Technology, Hospitality, Cruise, D3 Hotel & S1 Food Technology.

Tristar Institute:

*Tristar Institute Bogor
Jln. Raya Tajur No 33, Bogor
Telp: 0251-8574434, 081217929008 PIN: 53B4EFD8
082231372022 PIN: 2A6A1F4E.

*Tristar Institute BSD
Jln. Pahlawan Seribu - Raya Serpong Ruko BSD Sektor 7 / Blok RL 31-33
Telp: 021-5380668, 081232539310. PIN: D34223AE.

*Tristar Institute Kota Wisata Batu
Jln. Bukit Berbunga 10 Batu
Telp: 0341-3061525, 081232539310 PIN: D34223AE.

*Tristar Institute Kaliwaron
Jln. Raya Kaliwaron 58 - 60 Surabaya Telp: 031 5999593, 082230059993. 08585895799993.
Pin: 5BOD4B28. 595410A.

*Tristar Institute Surabaya
Jln. Raya Jemursari 244. Surabaya Telp: 031-8480821-22. 081357866283. 0812 3163 6380. PIN: D369634B, D30D351C

Tristar Institute memberikan ruang belajar bagi Anda yang ingin menjadi profesional chef.... Come & join us !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar